MEDAN - Nasib naas dialami oleh Edi Boli. Bagaimana tidak, saat menunggu
istrinya, Rina Br Pakpahan sedang dirawat di Ruang Unit Jantung Lantai
IV RSUD dr Pirngadi Medan, warga Perumnas Helvetia Medan ini, menghela
napas saat kembali ke ruang tunggu dan mendapati tasnya raib dibawa
kabur maling.
Saat ditelusurinya, tas yang dia cari berada jauh di antara ruang tunggu-ruang perinatology dalam keadaan sudah berserakan. "Saat dilihat, barang-barang berharga sudah tidak ada lagi di dalam tas dan termos saya pun hilang," kata pria berusia 45 tahun hari ini.
Saat di cek lebih lanjut, dirinya kehilangan surat berharga seperti KTP milik istri, dua kartu Jamkesmas masing-masing atas nama Novia Sarah dan Nike Paramita serta KK atas nama Edi Boli. "Terus, surat kelahiran cucu saya juga hilang. Kayak mana ini kalau pihak rumah sakit meminta surat-surat saya yang lain," ucapnya kesal.
Melihat hal itu, pria yang kesehariannya hanya bekerja sebagai sopir beca bermotor, memberitahukan kepada pihak security atas kehilangan barang yang dialaminya. Namun pihak security hanya mengatakan nanti akan dicari.
Saat seorang petugas security naik ke lantai IV dan keluarga pun kembali menceritakan kronologis kejadian, dengan enteng security tersebut menjawab singkat. "Orang abang terlambat melaporkannya," ujar security sambil berlalu.
Maraknya maling memang sudah hal biasa di rumah sakit milik Pemko Medan itu. Bahkan manajemen melalui Humas RSUD dr Pirngadi Medan, Edison Perangin-angin membantah keamanan rumah sakit yang lemah dan dirinya hanya menyarankan untuk membuat laporan pengaduan ke polisi atas kehilangan itu.
"Security hanya menjaga aset Pirngadi Medan, bukan menjaga barang-barang milik pasien. Seharusnya, pasien sendiri yang menjaga barangnya masing-masing," jelas Edison.
Saat ditelusurinya, tas yang dia cari berada jauh di antara ruang tunggu-ruang perinatology dalam keadaan sudah berserakan. "Saat dilihat, barang-barang berharga sudah tidak ada lagi di dalam tas dan termos saya pun hilang," kata pria berusia 45 tahun hari ini.
Saat di cek lebih lanjut, dirinya kehilangan surat berharga seperti KTP milik istri, dua kartu Jamkesmas masing-masing atas nama Novia Sarah dan Nike Paramita serta KK atas nama Edi Boli. "Terus, surat kelahiran cucu saya juga hilang. Kayak mana ini kalau pihak rumah sakit meminta surat-surat saya yang lain," ucapnya kesal.
Melihat hal itu, pria yang kesehariannya hanya bekerja sebagai sopir beca bermotor, memberitahukan kepada pihak security atas kehilangan barang yang dialaminya. Namun pihak security hanya mengatakan nanti akan dicari.
Saat seorang petugas security naik ke lantai IV dan keluarga pun kembali menceritakan kronologis kejadian, dengan enteng security tersebut menjawab singkat. "Orang abang terlambat melaporkannya," ujar security sambil berlalu.
Maraknya maling memang sudah hal biasa di rumah sakit milik Pemko Medan itu. Bahkan manajemen melalui Humas RSUD dr Pirngadi Medan, Edison Perangin-angin membantah keamanan rumah sakit yang lemah dan dirinya hanya menyarankan untuk membuat laporan pengaduan ke polisi atas kehilangan itu.
"Security hanya menjaga aset Pirngadi Medan, bukan menjaga barang-barang milik pasien. Seharusnya, pasien sendiri yang menjaga barangnya masing-masing," jelas Edison.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar