SMS Center Pemko Medan : 0819 600 1234

Minggu, 18 September 2011

Ledakan Bom Molotov Kagetkan Warga Jl. Gatot Subroto Medan

infokotamedan.com - Rumah seorang tukang jamu di Jalan Gatot Subroto, Gang Dermawan, Medan dilempari bom molotov oleh orang yang tak dikenal, Minggu 18 September 2011 dinihari.

Beruntung dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa,hanya saja gerobak jamu dan dinding pagar rumah korban bernama Zulkarnain,terbakar. Peristiwa tersebut sempat membuat kaget warga setelah mendengar ledakan yang cukup kuat dan melihat api sudah membesar di halaman rumah korban. Spontan tetangga korban langsung memberikan pertolongan untuk memadamkan api.

Api bisa saja menjalar dan melalap rumah korban yang merupakan tetangga dari Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen ini jika warga tidak cekatan memadamkan api. Menurut Win, saksi mata yang merupakan tetangga korban, dirinya sempat terkejut mendengar suara ledakan begitu keras.Sontak dirinya keluar dan melihat api sudah membesar di luar halaman rumah korban. Dia pun langsung membawa ember dan selang air dari rumahnya untuk memadamkan api sembari memberikan pertolongan kepada tiga anak korban yang masih berada di dalam rumah.

“Aku sangat terkejut mendengarkan ledakan, aku pikir suara letusan mercon yang sangat kuat, setelah kulihat ternyata rumah tetangga pada bagian depannya sudah terbakar, langsung saja aku padamkan,” ujar Win.

Mendapatkan informasi teror ini, pihak Polresta Medan langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polresta Medan Ajun Komisaris Polisi (AKP) M Yoris Marzuki berjanji segera menindaklanjuti kasus ini dan mengejar pelaku. “Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan atas peristiwa tersebut,” katanya.

Sementara itu, Zulkarnain sangat terkejut begitu mendapat kabar rumahnya dilempari bom molotov oleh orang tak dikenal.“Aku datang memang api sudah dipadamkan, yang terbakar hanya gerobak dan dinding pagar rumahku,” ungkapnya.

Dia menuding pelaku pelemparan bom molotov itu adalah suruhan Jamari yang bernama Bahrun.Kejadian ini diduga akibat dirinya tak mau menjual rumahnya. “Dia itu preman dan dulunya pernah mengancam aku. Dalam kasus tanah ini saya juga pernah ditembak oleh OTK pada 2009,”ujarnya.

Untuk diketahui, Zulkarnain pernah tertembak pada 2009 lalu saat mendorong gerobaknya. Kasus itu diduga masih ada kaitannya dengan kejadian yang dialaminya kemarin. Menurut dia, sengketa tanah ini berawal saat dirinya hendak membuat surat tanah pada 2005. Namun tiba-tiba Wagimun merubahnya atas nama Jamari. Zulkarnain mengaku jika Jamari pernah menawarkan untuk membeli tanah dan rumahnya.

Namun korban menolak dengan alasan bahwa rumah dan tanahnya tidak akan pernah dijual. “Aku yakin itu orang suruhan si Jamari yang terus melakukan teror kepada diriku hingga saat ini,”ujarnya.(eksposnews.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar