infokotamedan.com - Bagi Anda peminat komputer diminta lebih
berhati-hati kalau mau membeli komputer merek apa saja dalam Pameran
Fomikom di Medan Fair Plaza yang disebut-sebut pameran teknologi
informasi terbesar di Medan.
Sejumlah pembeli
ada yang kecewa setelah membeli komputer yang ternyata tidak sesuai
dengan spesifikasi yang disebutkan dalam brosur. "Kemarin adik saya yang
beli di sini. Kami mau masukkan sejumlah program baru ternyata tidak
bisa. Kalaupun bisa loadingnya lamban," ujar seorang mahasiswa sambil
menenteng komputer yang baru dibeli mau dikembalikan kepada vendor yang
menjual pada ajang pameran itu.
Akan tetapi,
penjaga stan tersebut mengakui tidak dapat mengembalikan barang yang
sudah dibeli karena sudah masuk barang bekas. "Komputer ini sudah
teregistrasi atas nama adik ibu. Kalau kami jual lagi kepada yang lain,
kan sudah kategori barang bekas," ujar penjaga toko merek yang paling
digandrungi pembeli itu.
Niko, seorang
mahasiswa yang membeli sebuah komputer heran manakala menyaksikan lokasi
pameran berbagai produk di Medan Fair Plaza. Dia melihat hampir semua
stan (booth) yang memamerkan berbagai merek komputer a.l. Acer, Fujitsu,
Axioo, Zyrex, Asus, Dell, Toshiba, Lenovo dan sebagainya menjual
komputer dengan program asli tapi palsu (aspal).
"Kalau
komputernya di atas harga Rp7 juta baru menggunakan program windos 7
yang asli, sedangkan di bawah harga Rp7 juta per unit menggunakan
program yang tidak asli," ujarnya.
Sesungguhnya,
kata dia, pameran seperti ini jangan memajang produk yang menggunakan
program yang tidak asli sekaligus mengajar konsumen menghargai hak cipta
(HaKI). Memang, lanjut dia, konsumen diuntungkan karena dapat komputer
yang lebih murah dari yang menggunakan program asli. Persoalannya, kata
dia, embel-embel harga yang didiskon menjadi pertanyaan besar karena
yang menggunakan piranti dan program asli harganya tidak berbeda dengan
yang dipajang di toko-toko.
Akan tetapi, lanjut
dia, produk komputer yang menggukanan program windows yang tidak asli
bisa dijual lebih murah karena memang harganya lebih murah.
Penjaga
stan menawarkan kalau mau memasang lisensi windows yang asli harus
merogoh kocek antara Rp1,5 juta sampai Rp1,9 juta per unit. "Yang tidak
menggunakan program windows yang asli juga bisa digunakan dan
mendapatkan garansi toko," ujar sejumlah penjaga stan.
Suvervisor
Softcom yang memamerkan Merek Dell, Fredy, ketika ditanyakan mengenai
penjualan komputer dengan menggunakan windows tidak asli tidak mengakui
dan juga tidak membenarkan. "Anda boleh lihat semua yang menjual
komputer di ajang pameran ini. Ada yang menawarkan program asli dan ada
yang tidak asli. Namanya juga jualan," tuturnya.
Sesungguhnya,
dari pengamatan Eksposnews pameran komputer yang diselenggarakan
Fomikom itu tidak memberikan diskon sebagaimana digembar gemborkan,
namun menjual komputer lama yang tidak menggunakan program windows asli,
sehingga harganya bisa lebih miring.
Pameran
seperti ini, sesungguhnya harus menjadi perhatian Pengawas Pengawai
Negeri Sipil (PPNS) Disperindag Kota Medan agar tidak memajang
produk-produk yang tidak menggunakan piranti atau program asli.
Sekaligus memberikan pembelajaran baik bagi vendor dan konsumen untuk
menghargai HaKI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar